Hasil dari Overthinking | Talim #56

by - January 18, 2022



HOLA!

Lagi dan lagi gue ngebahas tentang topik yang populer di kalangan dewasa muda. Yup, overthinking. Siapa, sih yang gak pernah overthinking di dalam hidupnya? pasti pernah. Gue pernah ada di titik yang rendah banget gara-gara gue overthinking terus tiap harinya sampai pada akhirnya gue menemukan cara untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut. 

Efek dari overthinking gak bagus banget buat diri kita terutama buat mental. Overthinking bikin semangat hilang karena efek dari memikirkan hal negatif yang belum tentu terjadi. Selain itu, overthinking juga menghambat kita dalam berproses. Gara-gara memikirkan sesuatu hanya di sisi negatifnya bikin kita takut melangkah karena terlalu memikirkan hal negatif yang sebenarnya belum tentu terjadi. Pada akhirnya lo akan menyesal karena gak melangkah hanya karena rasa takut. Mungkin lain kali gue bahas lebih lanjut kali ya tentang rasa takut. 

Sebenarnya berpikir sebelum bertindak itu bagus, tapi kalau berpikirnya secara berlebihan ya gak bagus. Apalagi hanya memikirkan bagian yang kurang baiknya aja. Toh, pada dasarnya semua hal yang terjadi ada baik dan buruknya. 

Nah, dari hasil overthinking gue pada beberapa tahun lalu, gue akan bahas cara untuk ngatasin overthinking versi gue. Terus gimana sih caranya? simak talim kali ini, kuy!

1. Tidur di bawah jam 11 malam

Overthinking biasanya dilakukan sebelum tidur. Lebih tepatnya ketika begadang. Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya lo tidur di bawah jam 11 malam. Lebih bagus lagi tidur di bawah jam sepuluh malam. Daripada memikirkan sesuatu yang sebenarnya gak begitu berat, tapi dilebih-lebihnya di pikiran, mendingan istirahat. Gak hanya mental yang sehat, tapi badan juga. 

Yuk, mulai terapin dari hari ini!

Baca juga : How To Start a Day

2. Terima Resiko 


Ketika overthinking biasanya lo merasa takut dengan suatu hal negatif. Mari kita ambil contoh ketika ujian. Dulu gue selalu overthinking dan takut kalau gue gak bisa menyelesaikan soal ujian dengan baik dan benar.  Ketakutan yang sebenarnya gue rasakan bukan karena gak bisa menyelesaikan soal ujian, tapi karena takut nilai gue kecil kemudian ikut remedial. Padahal kalau dipikir-pikir, bagus dong kalau ada remedial. Nilai gue  yang jelek bisa diperbaiki. Daripada gue ketakutan mikirin, 

"Besok soalnya susah gak, ya?" 

"Nanti kalo gue ikut remedial gimana?" 

Gue lebih memilih untuk berpikir, 

"Oke, sekarang gue udah belajar. Hasil akhirnya akan gue serahkan ke Allah. Kalau dapat nilai bagus harus bersyukur sedangkan kalau dapat nilai gak bagus tinggal ikut perbaikan aja." 

Selesai, kan? kuncinya adalah selalu optimis dan iringi langkah lo dengan usaha. 

Kebanyakan orang overthinking tuh karena takut hal yang gak mereka inginkan ini terjadi. Padahal, kalaupun hal yang menurut lo buruk itu terjadi ya terima aja. Hasilnya gak sesuai dengan usaha lo? berarti lo harus berusaha keras. Evaluasi mana yang harus diperbaiki. 

Ketika lo mulai belajar menerima kenyataan -resiko dari hal yang lo kerjakan- semuanya gak akan terlalu berat. Justru hati lo akan lapang karena cara berpikir lo berubah jadi luas. Ayo belajar berpikir positif alih-alih terlalu memikirkan hal buruk yang belum tentu terjadi. Hal buruk yang ada di pikiran lo itu bisa terjadi lebih buruk lagi atau justru gak seburuk yang selama ini lo pikirin. 

Memikirkan kemungkinan buruk yang terjadi atas keputusan lo dilakukan sebagai pertimbangan aja, bukan sebagai penghambat langkah untuk lebih maju. Pikirin baik dan buruk secukupnya, lalu fokus pada how to get something melalui keputusan lo. 

Keren banget gak sih gue hari ini? keren dong! soalnya diri gue yang lama kini mulai kembali secara perlahan. I'm so happy. Semoga kalian juga selalu happy apapun yang terjadi. 

Meskipun isi konten dengan judulnya gak nyambung, gue harap kalian paham maksud gue. Semoga tulisan ini bisa membantu kalian. Kalau mau cerita feel free untuk hubungi gue via email atau kolom komentar. 

See you on next post!

You May Also Like

0 komentar