Bego karena Cinta | Djournals #32

by - December 01, 2021

Sebagai orang yang kalo pas jatuh cinta berubah jadi goblok, gue mau berbagi cerita gue ke kalian. Kalian bisa juga sharing cerita kalian di kolom komentar karena pasti gue baca. Gue mau tau orang lain kayak gimana ketika they falling in love. Apakah sebego gue atau enggak. 

Ngebahas soal cinta membuat gue flashback dengan berbagai kenangan masa lalu yang gak begitu buruk, tapi gak berakhir bahagia juga. Urat malu gue serasa putus dan gue tiba-tiba aja jadi berani hanya untuk gotten his attention. Aw, malu banget. Intinya gue melakukan hal-hal yang gak terduga. 

Alhamdulillah, berkat segala kecaperan gue ke dia pada akhirnya he noticed me. I'm so happy at that time. Untungnya dia gak ilfeel, tapi justru membalas perasaan gue. Kek, hah? ini mimpi atau gue ngehalu? 

Mungkin yang gue lakukan pada saat itu lebih ke caper sih ya, bukan bego. Gue ngerasa melakukan hal bodoh karena gue mengabaikan rasa malu hanya untuk dekat sama dia. Gue rasa, orang yang sedang jatuh cinta could do that antara sadar dan gak sadar. 

Ketika jatuh cinta, kita terlalu tulus kepada orang yang kita cintai hingga membuat kita keliatan bodoh. Menutup telinga saran darii orang-orang sekitar, padahal kemungkinan besar penilaian mereka yang benar karena mereka ada di posisi yang netral. 

Sampai sekarang pun gue masih bodoh. Udah dibilangin sama my bestie buat move on dan jangan berharap ke ni cowok, tapi gue tetap berharap dia kembali. Dengan bodohnya. Gue masih percaya akan adanya harapan meskipun sampai sekarang ya gak ada progress apa-apa. Gue malah menunggu orang lain yang gak akan datang di saat orang lain berusaha mengajak gue ke suatu tempat baru. 

Tempat baru ini gue analogikan sebagai hubungan. 

Kalian semua gak perlu bilang gue bodoh atau bego karena tanpa dikasih tau pun gue sadar akan hal tersebut. Cuma ya mau gimana lagi, namanya perasaan gak akan mudah hilang apalagi ketika kita pisahnya bukan karena hal buruk. Lebih gampang untuk melupakan orang ketika kita tau perilaku jeleknya ke kita, tapi masalahnya doi sama gue gak pernah ada masalah. Gak ada masalah eh tiba tiba pisah kan kaget guenya. Itulah kenapa harus ada kejelasan status antara hubungan perempuan dan laki-laki supaya gak kayak kisah gue yang agak angst ini. 

Logika sangat penting apalagi ketika lagi suka sama orang. Alasannya supaya kita gak terbodohi dengan perasaan yang dianggap tulus tadi. Satu-satunya cara supaya gak bodoh dalam percintaan adalah mengontrol perasaan secukupnya. 

Mengontrol perasaan gak mudah bagi semua orang, tapi bukan berarti hal itu mustahil. Orang yang punya perasaan itu adalah elo jadi lo yang harusnya bisa mengontrol. Meskipun gue sampai sekarang masih bego, tapi sekarang gue mengontrol perasaan supaya gak sebego dulu (sebuah pembelaan). 

Sekarang gue gak tau mau bahas apa karena isi dari konten djournals selalu gue tulis secara spontan dan judulnya pun gue dapat di saat itu juga. Inti dari tulisan ini gue juga gak tau jadi, kita cukupkan sampai di sini. 

Ini adalah tulisan freak dari si bulol yang memberi tips kepada orang lain padahal diri sendiri aja belum benar. Anyway, bikin podcast kali, ya? hehe. 

Sekian.

You May Also Like

0 komentar