Read This If You Are Thinking Of Someone | Djournals #27

by - July 12, 2021

Berawal dari kalimat, "Chapter ini udah selesai. Mari lanjut ke chapter baru."

Sudah memantapkan hati, tapi ketika memutuskan untuk stalking yang terakhir kalinya, "Kok aku suka sama dia lagi, sih?" 

Lately, gue lagi flashback soalnya tiba-tiba kangen dia. Hampir empat tahun gue gak bisa lupain dia. Gak empat tahun banget, sih. Gue sempet suka terus move on lalu suka kemudian move on lagi. Kayak gitu bisa disebut move on gak, sih? 

Kirain gue akan menemukan laki-laki lain selain dia, tapi ternyata perkiraan gue kurang tepat. Gue memang menemukan beberapa laki-laki setelah lost contact dengan doi, tapi semuanya gak berhasil buat gue jatuh cinta. Padahal gue udah ngebuka hati. Susah sih kalau emang gak cocok. 

Ada yang ngedeketin gue sampai seniat itu dan ada juga yang deketin sambil kasih kode. Ternyata ya memang gue belum siap dengan orang baru karena masa lalu itu. Gue gak mau memulai hubungan dengan orang lain ketika masa lalu gue belum selesai. Lagipula, gue sangat picky ketika membuka pintu. Sejak awal gue selalu memastikan hubungan dengan orang lain apakah kita hanya teman atau mau jadi pasangan. 

Namanya juga masih muda jadi semuanya cuma mau main-main. Dengan pemikiran gue yang sangat menghargai waktu (meski kadang suka bermalas-malasan dengan kedok me time) gue gak bisa hanya main-main. 

Banyak orang yang ngedeketin secara intens hanya karena ingin tau kita. Gak salah, tapi itu waste the time. Dari awal harusnya jelas maunya cuma niat kenalan atau beneran tertarik. Kalau emang tertarik sih, harusnya bisa nerima kekurangan kita. Bukannya pergi ketika tau kita yang sebenarnya gak sesuai dengan ekspetasi dia. 

Padahal kita gak begitu deket dan tau pun secara gak sengaja. Semuanya berjalan spontan, tapi rasanya membekas banget. Novel Just a Friend dan Go Away, but i need you adalah cara gue merindukan dia. Gak tau kenapa bisa sesayang ini sama dia padahal kita cuma sempet saling tatap, sindir-sindiran di facebook, dan di ciein sama teman-teman. 

Inget banget dulu dia noleh ke barisan gue karena pas ada dia, anak-anak kelas gue ngeciein kita padahal kita gak punya hubungan apa-apa. Doi noleh lalu tersenyum. Pada saat itu, mau pingsan aja rasanya. 

Pertama kali gue beneran suka sama dia itu pas hari Selasa menuju sholat dzuhur. Kebetulan kelas gue lagi jamkos dan dia pun sama jadi hal itu terjadi begitu aja. Cara dia senyum ke gue masih jelas banget di ingatan gue. Awalnya gue pikir dia senyum ke temen gue, -gue trauma karena pernah sukain cowok dan dia malah suka sama temen gue- tapi ternyata dia senyum ke gue. Kemudian, terjadilah hal itu. 

Oh iya, dia juga pernah datang ke kelas gue dengan memakai baju olah raganya secara sendirian. Gue tau banget dia itu selalu pergi gerombolan, tapi untuk pertama kalinya dia datang ke suatu tempat -kelas gue- sendirian. Beneran sendirian, terus gue di ciein deh sama temen satu kelas. Dia malah senyum-senyum sedangkan gue? 

Ya salting, lah! gila kali. 

Sampai sekarang gak nyangka aja belum nemuin orang untuk gantiin posisi dia dan gue ragu apakah dia memang suka sama gue atau enggak soalnya dia gak chat gue dan effort untuk nunjukkin kalau dia suka sama gue tuh nyaris gak ada. Kalo menurut kalian gimana? 

Sejauh ini sih, gue masih pingin meluk dia terus ceritain hari-hari yang gue lewatin tanpa dia. Kayaknya asik, gak, sih? pingin banget, tau!

Namun, ketika logika gue jalan, harusnya chapter itu gak gue ingat-ingat lagi karena memang sudah selesai. Gak ada kesempatan untuk dekat lagi karena ya memang udah berlalu dan selesai. Berakhir dengan sangat buruk karena menyisakan tanda tanya.

Harusnya gue fokus dengan kehidupan yang sekarang, terus asah skill, bahagiain orang tua, dan melakukan kegiatan yang membuat gue terus tumbuh jadi lebih baik. 

Sampai sini gue sadar bahwa kesimpulannya gue rindu dengan kehidupan yang penuh cinta di tengah abu-abunya kehidupan saat ini. Menurut gue, itu hal yang wajar karena hati gue terasa dingin. Gak hangat seperti tatapannya pada siang itu. 

You May Also Like

0 komentar